Luluhkan Asa di Ketinggian Gunung Andong

up6Senja mulai menampakkan dirinya dengan malu-malu. 6 Oktober 2013 perjalanan di mulai. Kita berangkat dari Yogyakarta menju Magelang kearah Gunung Andong dengan melewati Pasar Ngablak dan berbelok ke kiri arah desa Srigading, Kec. Ngablak, Kab. Magelang. Desa Srigading merupakan pintu masuk utama menuju jalur pendakian puncak Gunung Andong. Sampai di desa Srigading gelap terlah sempurna menggantikan terang, azan berkumandang diseantero jagad raya. Kamipun memutuskan untuk mendaki malam hari. Pukul 20.00 WIB setelah mempersiapkan segala hal, kami mulai menjejakkan kaki di tanah yang sedikit berbatu. Pendakian kali ini, saya ditemani 4 orang teman yang sama-sama rindu oleh nyanyian alam pegunungan.

Jalur pertama yang kami lalui adalah perumahan penduduk, kemudian ladang-ladang penduduk dan tak lupa aroma semerbak tembakau yang begitu merayu hidung untuk meresapi makna harumnya. Setelah melewati ladang, jalur yang kami lalui adalah hutan pinus. Jalur ini track mulai menanjak.

up2Gunung Andong berada pada ketinggian 1.736 MDPL, tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan gunung Merbabu yang berada pada ketinggian 3. 142 MDPL. Gunung Andong sangat cocok untuk pemula dan pemandangannya tidak akan kalah memukau dengan gunung Merbabu. Perjalanan yang kami lakukan tidak terlalu cepat, karena mengimbangi salah satu teman perempuan kita yang sudah lelah tapi tetap mempunyai semangat untuk menggapai puncak ketinggian. Langkah kaki kami usahakan sesatabil mungkin. Memasuki hutan,  pohon pinus kembali menyapa kami, jalan semakin menanjak dan tanah berumput gersang karena musim kemarau. Tidak hanya itu, debu bertebaran dimana-mana walau sempat dibekukan oleh dinginnya malam, tapi tetap saja menganggu pernafasan kami. Hal ini diakibatkan banyak sekali pendaki malam itu. Sekitar 100 orang termasuk kami malam itu mengembara di dalam gelapnya hutan, dinginnya udara, dan tentunya hanya satu yang ingin kami gapai, Puncak keagunganNYA.

up8Saat sampai di batas akhir vegetasi dengan pemandangan yang mulai terbuka dan jalan yang ada sudah mulai ditata dari bebatuan yang memudahkan untuk pendakian. Ada pula sumber air tepat di pinggir jalur pendakian yang mengalir melalui pipa kecil yang bisa dimanfaatkan bagi pendaki yang pingin ngecamp. Kami berhenti sejenak melepaskan penat dan juga memanfaatkan air pegunungan yang begitu sejuk untuk pasokan air di puncak.

up7Setelah berjalan kurang lebih hampir satu setengah jam akhirnya sampailah kami di puncak sebelah kiri dengan dataran yang bisa dijadikan lokasi mendirikan tenda. Dilokasi ini dengan di selimuti angin yang mulai menusuk tulang, tenda-tenda telah berdiri gagah. Para pendaki yang kami jumpai diperjalanan tadi ternyata sudah mendirikan tendanya. Walaupun tempat untuk ngecamp sudah hampir  penuh, tetapi up3kami tetap menemukan lapang untuk mendirikan tenda. Tak banyak yang kami lakukan setelah itu. Setelah tenda berdiri, kami membuka ransume yang kami bawa dan mulai memasak karena perut tak bisa lagi  diajak kompromi. Malam semakin menggeliat, dengan aroma kopi yang menghangatkan kerongkongan kami bercengkrama dengan malamnya Gunung Andong, tetapi karena tenaga sudah demikian lelah akhirnya kami putuskan untuk segera berlabuh kepulau impian kami di puncak tertinggi gunung Andong.

up5Perjalanan kami dalam menikmati keagunganNYA belumlah usai. Udara pagi gunung Andong yang membuat gigil raga mulai menggeliat. Dinginnya udara pagi tak lantas membuat kami takut untuk menikmati keagungan pagi. Perjalanan masih harus dilanjutkan menuju puncak tertinggi yang bentuknya lancip.  Sebelum mencapai puncak tertinggi ini harus melewati dulu trek yang paling menantang selama perjalanan yaitu menyusuri jalan setapak kurang dari satu meter dengan sisi kanan kiri jurang yang sangat dalam tanpa pembatas. Angin yang bertiup kencang juga makin menambah derasnya adrenalin  mengalir.  Dengan perlahan dan tetap menjaga keseimbangan meniti trek yang kerap disebut “Geger Sapi” atau punggungan sapi. Nyali kami semakin tertantang ketika melihat gumpala awan putih dibawah kami berarakan yang menyambut kedatangan kami.

up1Perlahan-lahan temaram kekuning-kuningan mulai nampak. Surise yang begitu indah mulai menampakkan diri dengan malu-malu. Tak henti-hentinya asma Alloh kami lantunkan melihat keagungan ini. Seketika angin pagi membelai jiwa kami. Aku yang beberapa detik tak berkedip menyaksikan matahari keluar malu-malu dari peraduannya. Semua asa yang kupendam sebulan terakhir cukup terluluhkan oleh pemandangan keagungan ini. Aku kembali menebalkan kesaran bahwasanya hidup adalah perjuangan, perjuangan menaklukkan kekerdilan jiwa.

up4Setelah puas menikmati pamandangan di puncak utama Andong, kami putuskan untuk turun dengan melewati rute yang berbeda dengan rute naik. Rute turun ada di sebelah utara atau langsung turun dari puncak utama. Nantinya bakal ada jalan memutar untuk sampai di lokasi awal pendakian, namun perlu ketelitian untuk mencari jalan yang tepat karena jalan begitu curam. Sungguh luar biasa pengalaman pendakian kali ini walau hanya dengan ketinggian 1.736 mdpl tetapi cukup untuk meluluhkan semua asa yang menggrogoti jiwa ini.

Ditulis Oleh: Jannah Metoo Brightz

Foto : Jannah Metoo brightz

WARNING!!!!!!!!

Jangan Buang sampah Sembarangan, Lestarikan alam untuk Anak Cucu

SAVE OUR EARTH

This entry was posted in ADVENTURE and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Luluhkan Asa di Ketinggian Gunung Andong

  1. Muryadi says:

    Pengalaman yang mengesankan, alur ceritanya pun asik dinikmati, membuat tambah bersemangat. Aku juga seorang pecinta udara pegunungan, Magelangan, tapi belum pernah mendaki gunung yang tinggi, baru beberapa bukit (telomoyo, turgo, pelawangan, & nglanggeran barat), setelah membaca cerita Anda ingin rasanya ikut merasakan pengalaman mendaki Gunung Andong. Mudah-mudahan temen-temen jalan-jalanku pada mau naik Gn. Andong juga. Terima kasih atas berbagi pengalamannya.

  2. Adi Arsa says:

    Mantap.. akan saya susul bersama teman2..

  3. santaiarea says:

    Rekomendasi artikel terkait, the last climb at 8/3/2015 –>

    PENDAKIAN GUNUNG ANDONG

  4. Nikko says:

    naik gunung andong ini enak, mau ditempuh dalam sehari aja bisa, berangkat pagi trs pulang sore .tp kl aku sih mending camping sekalian ,berangkat agak sore biar ngga begitu kena panas terik matahari .jalan juga bisa santai ngga usah keburu-buru .yang penting sekecil apapun gunung jangan anggap remeh dan tetap jaga pembicaraan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s