Berjalan di Kepingan Little Netherland “Kota Lama”

asqwMenjejakan kaki di kota Semarang tak kan lengkap rasanya kalau tidak singgah dan menikmati kawasan Kota Lama. Kota lama merupakan sebuah kawasan di jantung kota semarang yang disana berdiri bangunan-bangunan tua ber asrsitektur Eropa yang megah peninggalan masa kolonial Belanda. Kota Lama Semarang merupakan citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu, seakan menyimpan berjuta kisah masa lalu yang tak akan habis untuk di ceritakan.

as6Kemegahan dan keindahan kota lama di masa lalu mungkin akan sangat jauh berbeda dengan keberadaanya dimasa sekarang yang seolah terpinggirkan dan tidak terawat sehingga menimbulkan kesan angker dan sunyi layaknya kota tak berpenghuni, apa lagi kalau malam hari. Itulah sebuah ironi dari kawasan yang pernah menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan di jamannya. Namun seperti apapun kondisinya saat ini, jejak keindahan dan kemegahannya masih tetap terlihat dengan masih berdirinya bangunan -bangunannya yang tetap kokoh meskipun jaman telah berlalu sekian ratus tahun dan tetap menjadi saksi bisu sejarah kota Semarang.

asKawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 hektare. Dilihat dari kondisi geografi, nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga nampak seperti kota tersendiri, sehingga mendapat julukan “Little Netherland”. Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi.

as3Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang. Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawahtanah.

polderTitik yang wajib untuk dikunjungi adalah Kawasan Stasiun Tawang dan Polder Air Tawang. Stasiun Tawang yang terletak di Jalan Taman Tawang, dibangun oleh NIS (Nederlandsche Indische Spoorweg Maatscharij), yang diresmikan oleh Gubenur Jenderal Hindia Belanda bernama Baron Sloet Van De Beele. Stasiun ini menggantikan stasiun sebelumnya dibangun pada 16 Juni 1864 sampai dengan 10 Februari 1870 yang melayani jalur Semarang – Jogja – Solo. Arsitek gedung ini adalah JP De Bordes. Bangunan ini selesai dibangun pada bulan Mei 1914. Bangunan ini mempunyai gaya arsitektur yang Indische yang sesuai dengan kondisi daerah tropis. Sedang Polder air Tawang di bangun untuk menjadi pusat pembuangan air dari kawasan sekitarnya lalu di alirkan ke laut untuk mengurangi ROB. Polder Tawang ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan karena kondisinya yang tidak nyaman dan berbau busuk. Namun saat ini, Polder Air Tawang sudah bagus dan menggagumkan untuk di kunjungi.

as7Disekitar Kawasan Polder terdapat pabrik rokok Praoe Lajar (Prau Layar) yang sudah lama beroperasi sampai sekarang. Pabrik rokok yang dibanguan jaman Hindia Belanda ini menempati sebuah gedung tua di Jalan Merak kawasan kota Lama. Pabrik rokok ini masih beroperasi hingga kini. Bisa jadi sebagian Petualang belum pernah melihat bentuk rokoknya, kerena persaingan yang ketat di dunia tembakau sehingga pemasaran tidak sebanyak perusahan tembakau lainnya.

as12Selanjutnya menuju kawasan tengah Kota Lama yang berada di persimpangan perempatan Jalan Glatik, Jalan Garuda dan Jalan Jend Soeprapto.  Persimpangan ini cocok untuk berfoto ria dan mengabadikan tentang kota lama. Kondisinya yang bersih dan ramai sehingga aman leluasa untuk santai dan melakukan aktivitas lain lain. Ada taman dan tempat duduk di sekitar persimpangan tersebut, hanya berjalan kaki beberapa meter. Beberapa lampu menerangi setiap sudut jalan, nampak semakin indah dan menyenangkan.

grejaBerjalanan ke arah barat sekitar 10 meter, maka akan menemukan bagunan kuno yang sampai hari ini masih digunakan yaitu gereja Blenduk. Bagunan ini juga salah satu icon kota semarang selain Masjid Agung Jawa Tengah, Tugu Muda dan Lawang Sewu. Bangunan ini berusia lebih dari 200 tahun dan masih kokoh berdiri. Masyarakat menamai dengan kata Blenduk karena dibagian atas ( menara)  dan sebuah kubah besar berbentuk setengah bola, orang jawa menyebutnya Mblenduk (mengembang ke atas). Bangunan ini mulai berdiri pada tahun 1753, digunakan untuk gereja Nederlandsche Indische Kerk. Gedung telah mengalami beberapa kali renovasi hingga nampak seperti saat ini. Perancang bangunan ini adalah De Wilder dan W. Westamas.

as9Lurus dari perempatan jalan Glatik melewati Blenduk ke arah barat menuju Kali Mberok (Pasar Johar) maka akan ditemukan keindahan sisi lain dari kota lama Semarang. Karena jalan ini adalah salah satu titik kawasan yang benar-benar terawat dibandingkan dengan jalan jalan yang lain di sekitar Kota Lama Semarang

posas10Itulah sekelumit gambaran tentang Kota Lama Semarang , semoga bisa memberikan informasi kepada anda sekalian yang ingin melakukan perjalanan ke Semarang untuk menjadi salah satu alternatif tujuan dan untuk sekedar menikmati kemegahannya serta mengabadikan foto serta keberadaannya sebagai salah satu warisan Budaya berharga yang bangsa Indonesia miliki.

This entry was posted in ARSITECTURE, ART'S And CULTURE, HISTORY and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s