SIKUNIR HILL’S ” The Golden Sunrise”

62437_10201381328648087_794561431_nNama Gunung Sikunir mungkin belum sepopuler Gunung Merapi di Yogyakarta atau Gunung Bromo di Tengger atau gunung Semeru. Satu dari sekian banyak gunung yang mengelilingi Dataran Tinggi Dieng ini memiliki ketinggian 2350 meter dpl. Ada dua cara untuk mencapai puncak Sikunir yang berjarak 8 km dari Dataran Tinggi Dieng. Pilihan pertama adalah trekking dimana kita harus mulai pada jam 3 dini hari. Kondisi fisik dan berbagai perlengkapan lain harus benar-benar dipersiapkan bila memilih cara trekking ini. Pilihan kedua adalah naik motor/mobil, namun perlu diingat jika kita menggunakan kendaran sendiri harus ekstra hati-hati karena trek menuju lokasi jalanya sempit, naik turun , banyak tikungan dan aspalnya pun sudah mulai rusak. Apalai jika turun kabut di sepanjang jalan, maka perlu kewaspadaan tingkat tinggi dalam menempuh jalur ini.

535091_3574963065649_1106953862_nJika perjalanan lancar, kurang lebih 30-45menit maka kita akan sampai di desa Sembungan yang menurut informasi merupakan desa tertinggi di Dieng. Sesampainya di desa Sembungan, tepatnya di sebelah area parkir kendaraan bagi wisatawan  yang ingin mendaki bukit sikunir, terdapat sebuah telaga dengan airnya yang masih jernih sekali yaitu Telaga 540165_3582303049144_1472028448_nCebongan. Telaga ini di dikelilingi areal pertanian sayur dan beberapa bukit di sisi-sisinya termasuk Sikunir. Telaga ini bisa menjadi alternatif wisata setelah kita menikmati sunrise di puncak Sikunir.  Untuk para fotographer anda akan  dimanjakan dengan begtu banyaknya objek foto HI, ketika para petani sayur di sekitar telaga ini mulai beraktifitas…

75213_3575695243953_765937576_nPerjalanan saya dimulai jam 4 pagi bersama rombongan Fotographer dari Komunitas Fotographer kota Tua Jakarta menggunakan mobil. Ternyata jalanan gelap gulita, tanpa ada satupun lampu jalan yang menerangi. Baru beberapa ratus meter, mendadak kabut turun menyelimuti. Jarak pandang yang hanya satu meter dan medan yang 532795_3547907029265_100044223_nberkelok-kelok serta naik turun lengkap dengan lubang dan tanah becek di tengah jalan sungguh sangat berbahaya bila seseorang yang tidak hapal betul dengan medan sekitar mengendarai kendaraan sendiri. Meskipun demikian, pada kesempatan lain jalur trekking mungkin layak juga untuk dicoba. Berjalan kaki sambil menghirup udara segar dan menikmati langit cerah bertabur ribuan bintang terdengar cukup menarik dan menantang.

156212_3574957705515_880734674_nSampai di parkiran Bukit Sikunir ternyata sudah ramai pengunjung, mobil-mobil dan motor-motor tampak sudah memenuhi area tersebut. Rombongan-rombongan turis pun sudah mulai ramai berduyun-duyun berjalan beriringan mengikuti arah jalan setapak. Dari Desa Sembungan yang berada di ketinggian 2302 meter dpl, perjalanan dilanjutkan dengan mendaki jalan setapak945170_10200669031201096_644429586_n licin yang diapit jurang dan hutan,perjalanan kurang lebih 800m- 1 km .Udara terasa sangat dingin, bahkan untuk bulan tertentu yakni juni, Juli dan Agustus suhu disana bisa mencapai titik beku… Saat mendaki Sikunir, winter jacket dan sarung tangan terasa belum cukup untuk melindungi tubuh dari dinginnya angin yang menggigit. Ditambah lagi dengan jalan mendaki yang serasa tak kunjung sampai. Nafas mulai tersengal dan jantung serasa hendak berhenti berdetak.Perjalanan mulai berat sekitar 200 meter dari area parkir karena mulai menanjak di batu-batuan licin karena basah selepas hujan. Luas jalannya pun hanya bisa dilewati satu orang, jadi harus antri dan agak susah kalau mau melewati antrian itu..

 1234951_10201215854471336_1035036853_nsetelah beberapa saat akhirnya berhasil juga sampai ke puncak. Pemandangan yang terhampar di depan sungguh sangat menakjubkan. Lembah yang masih gelap nun jauh di bawah sana nampak berkelap-kelip dengan lampu-lampu yang menyala di desa-desa kecil yang tersebar diantaranya. Gunung Sindoro berdiri kokoh 1235259_10201219848851193_1552446622_ndi depan mata. Hamparan awan dan kabut di bawah kami memberikan kesan bahwa kami benar-benar berada di negeri di atas awan. Bentangan langit cerah dengan ribuan bintang semakin menambah keindahan suasana. Bila cuaca cerah, dari puncak Sikunir ini akan terlihat Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi dan Ungaran. Seorang teman bercanda dan mengatakan bahwa dia merasa seperti seorang dewa, berada di istananya yang tinggi menanti bangunnya sang mentari. Semburat jingga mulai terlihat di ufuk timur, menampilkan keindahan siluet Sindoro yang disusul dengan bayangan Gunung Merbabu, Sumbing, Ungaran, dan Merapi yang nampak mungil dengan kepulan asap tipisnya.

Penat kaki akibat mendaki dan sakitnya dada yang tersengal-sengal langsung sirna ketika melihat keindahan CiptaanNya, apalagi sambil minikmati segelas kopi panas yang bisa kita beli dari para pedagang ya ada disana…………….(with : Widhi_cruz, mas Slamet Akar Sugiharto, Om Kris, mas Dodi_titac, om Blue box/Widarman)

Foto: widhi_cruz

This entry was posted in ADVENTURE, HIGHLANDS and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to SIKUNIR HILL’S ” The Golden Sunrise”

  1. Sukma Risma says:

    Panoramanya indah banget, pingin sekali ngerasain sunrise nya disana…………..

  2. Pingback: SIKUNIR “Tak Pernah Lelah Untuk Kembali” | TANAH JAWA

  3. Nikko says:

    uda dua kali kesana ,yang pertama enak bisa ngecamp di puncaknya langsung, trs yg kedua kaget liat tenda uda berserakan ,banyak bgt pendakinya ,mulai hari itu uda ngga di perbolehkan ngecamp di puncak .jadi ngga se enak waktu sepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s